Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, dengan banjir informasi yang datang silih berganti, kadang aku merasa makin bingung mencari jalan keluar dari berbagai persoalan hidup. Tapi di satu titik, aku teringat pepatah lama: “Kalau kamu bingung jalan keluar, coba ingat jalan masuknya.”
Kalimat itu sederhana, tapi dalam. Aku pun duduk sejenak, menengok ke belakang, mencoba memahami: Sebenarnya, bagaimana sih aku bisa sampai ke titik ini? Dulu, uang bukanlah segala-galanya. Tapi, pelan-pelan, aku pun harus mengakui—sekarang uang seolah jadi urat nadi, sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Ingatanku pun melayang ke sekitar 20 tahun lalu. Masa-masa sekolah dulu, saat aku harus putar otak cari tambahan uang saku. Dulu aku jualan telur bebek, kadang juga “mocok” di tempat fotokopi—sekadar buat beli es teh atau nambah receh demi receh. Jujur, pengalaman itu ngasih pelajaran penting: ternyata setiap hal sederhana bisa bernilai kalau dijalani dengan konsisten dan niat.
Sekarang aku mikir, kenapa dulu aku begitu semangat cari uang dari hal-hal kecil, sementara sekarang kadang overthinking duluan untuk mulai sesuatu? Padahal, bukan soal jualan telur bebeknya—tapi soal kemauan memulai dari yang sederhana dan memanfaatkan apa yang aku bisa.
Lalu, aku bertanya pada diri sendiri:
Kira-kira, kalau sekarang mau mulai usaha lagi, apa hal paling sederhana yang bisa aku lakukan?
Prinsipku sederhana: “Setiap produk ada pasarnya.” Aku ingin mulai dari sesuatu yang murah meriah, harga jual nggak lebih dari 10.000, tapi tetap ada yang butuh.
Beberapa hari ini, timeline TikTok-ku tiba-tiba menampilkan ide jualan buku tulis custom. Wah, momennya pas banget. Dalam hati, aku langsung mikir, “Ini bisa banget dijual harga di bawah 10.000, dan asiknya bisa sekalian ngajari si besar belajar bisnis sejak dini.” Aku pengen anakku belajar bisnis dari kecil, biar kalau gagal-gagal, jatuhnya sekarang—biar nanti suksesnya lebih cepat.
Jadi, dari momen sederhana ini, aku dapat dua hal:
-
Cuan untuk hidup—buat terus bertahan dan menikmati prosesnya,
-
Learning dan experience untuk si besar—biar dia tahu bahwa membangun bisnis itu tentang proses, bukan hasil instan.
Hari ini, aku putuskan buat benar-benar mulai. Aku akan bedah bisnis dengan ilmu yang aku punya, mulai dari sesuatu yang kecil tapi nyata. Ada satu domain yang selama ini nganggur—duniasekolah.id—dan rasanya sayang banget kalau nggak dibangkitkan. Aku pengen domain ini jadi “rumah” baru untuk usaha kecilku, sekaligus laboratorium belajar buat aku dan si besar.
Mungkin nanti jalannya nggak selalu mulus. Tapi aku percaya, konsistensi jauh lebih penting dari sekadar langkah besar yang cuma sekali-sekali. Mulai dari yang sederhana, nikmati proses, dan jalani bareng keluarga. Semoga bisa konsisten dan benar-benar menghasilkan, bukan cuma materi, tapi juga pelajaran hidup.
Hari ini aku tulis catatan ini, bukan untuk siapa-siapa, tapi buat mengingatkan diri sendiri:
Hidup memang penuh ketidakpastian, tapi peluang selalu ada untuk yang mau mulai, walau sekecil apapun langkahnya.
Let’s go, mulai lagi dari nol, dengan hati yang baru.