3 Jenis Konten Wajib UMKM Pemula: Stop Bingung, Mulai Coba!
Artikel Terkait 3 Jenis Konten Wajib UMKM Pemula: Stop Bingung, Mulai Coba!
- Website Vs Marketplace Vs Sosmed: Mana Yang Harus Didahulukan?
- Apa Itu Digital Marketing? Panduan Singkat Untuk UMKM
- Apa Itu Digital Marketing? Panduan Singkat Untuk UMKM
- Cara Mudah Bikin Website UMKM Sendiri (Tanpa Coding)
- Apa Itu Konten Marketing Dan Kenapa Penting Banget?
Table of Content
- 1 Artikel Terkait 3 Jenis Konten Wajib UMKM Pemula: Stop Bingung, Mulai Coba!
- 2 3 Jenis Konten Wajib UMKM Pemula: Stop Bingung, Mulai Coba!
- 3 1. Hardsell: Jualan Langsung, Tapi Tetap Menarik!
- 3.1 Tips Bikin Hardsell yang Ampuh:
- 4 2. Softsell: Kenalan Dulu, Baru Jualan!
- 4.2 Tips Bikin Softsell yang Menarik:
- 5 3. Edukatif: Jadi Ahli di Bidangmu!
- 5.3 Tips Bikin Konten Edukatif yang Bermanfaat:
3 Jenis Konten Wajib UMKM Pemula: Stop Bingung, Mulai Coba!
Hai, Sobat UMKM! Pernah nggak sih merasa kayak gini: udah capek-capek bikin produk keren, promosi juga udah rajin, tapi kok masih sepi peminat? Aku sendiri pernah ngalamin itu. Rasanya kayak lagi masak makanan enak banget, tapi nggak ada yang mau nyicip. Duh, bikin nyerah! Tapi tenang, ternyata kuncinya ada di konten! Bikin konten itu nggak cuma asal upload foto produk, lho. Ada strateginya, dan di artikel ini, aku mau bagi-bagi rahasia 3 jenis konten yang wajib banget dimiliki UMKM pemula kayak kita.
Kenapa Konten Itu Penting untuk UMKM?
Bayangin deh, kamu punya warung makan. Kalau nggak ada menu, orang mana mau beli? Nah, konten itu kayak menu digital kamu. Dia yang nunjukin ke calon pelanggan apa sih yang kamu tawarkan dan kenapa mereka harus beli dari kamu. Konten yang tepat bisa menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan akhirnya, meningkatkan penjualan. Gimana, makin semangat kan?
1. Hardsell: Jualan Langsung, Tapi Tetap Menarik!
Hardsell, terdengar galak ya? Padahal nggak juga, kok! Hardsell ini cuma strategi jualan langsung, terang-terangan. Misalnya, kamu nge-post foto produk terbaru dengan caption yang langsung mengajak beli: "Promo diskon 50% hanya hari ini! Buruan order sebelum kehabisan!" Nggak perlu malu-malu, asal dikemas dengan menarik.
Tips Bikin Hardsell yang Ampuh:
- Tawarkan benefit, bukan cuma fitur. Jangan cuma bilang "kaos ini terbuat dari katun 100%". Bilang "kaos ini adem banget, cocok banget buat kamu yang aktif seharian!"
- Buat sense of urgency. Kata-kata kayak "promo terbatas", "stok terbatas", atau "hanya hari ini" bisa bikin orang buru-buru beli.
- Gunakan visual yang menarik. Foto atau video produk yang berkualitas tinggi bisa bikin calon pembeli langsung tertarik. Jangan lupa pakai lighting yang bagus, ya!
- Sertakan call to action (CTA) yang jelas. Beri tahu calon pembeli langkah selanjutnya, misalnya "klik link di bio untuk order" atau "DM sekarang untuk tanya-tanya".
2. Softsell: Kenalan Dulu, Baru Jualan!
Nah, kalau hardsell itu jualan langsung, softsell ini lebih halus. Kamu membangun hubungan dulu dengan calon pelanggan, baru kemudian menawarkan produk. Bayangin kayak lagi ngobrol sama teman, bukan lagi kayak lagi di pasar. Contohnya, kamu bisa berbagi tips seputar produk kamu, cerita di balik bisnis kamu, atau sekadar ngobrol ringan tentang hal-hal yang relevan dengan target pasar kamu.
Tips Bikin Softsell yang Menarik:
- Bagikan konten edukatif. Misalnya, kalau kamu jualan skincare, kamu bisa berbagi tips perawatan kulit. Ini akan membangun kepercayaan calon pelanggan karena kamu terlihat ahli di bidangnya.
- Ceritakan kisah di balik brand kamu. Orang suka cerita yang inspiratif dan relatable. Ceritakan perjalanan kamu membangun bisnis, tantangan yang kamu hadapi, dan nilai-nilai yang kamu anut.
- Buat konten yang menghibur. Meme, reels, atau video pendek yang lucu dan relatable bisa menarik perhatian calon pelanggan.
- Berinteraksi dengan followers. Jawab pertanyaan dan komentar mereka, tunjukkan bahwa kamu peduli dengan mereka.
3. Edukatif: Jadi Ahli di Bidangmu!
Konten edukatif ini penting banget buat membangun kredibilitas bisnis kamu. Dengan berbagi pengetahuan dan wawasan, kamu akan terlihat sebagai ahli di bidangmu dan membangun kepercayaan calon pelanggan. Misalnya, kamu bisa bikin artikel blog, video tutorial, atau webinar tentang produk atau layanan kamu.
Tips Bikin Konten Edukatif yang Bermanfaat:
- Identifikasi masalah target pasar kamu. Apa sih yang bikin mereka bingung atau kesulitan? Berikan solusi lewat konten edukatif kamu.
- Buat konten yang mudah dipahami. Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari jargon-jargon yang rumit.
- Gunakan berbagai format konten. Eksperimen dengan artikel, video, infografis, atau podcast untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
- Promosikan konten edukatif kamu. Bagikan di media sosial, email, atau website kamu.
Ingat, konsistensi itu kunci! Jangan cuma bikin konten sekali-sekali, ya. Buat jadwal posting yang teratur dan patuhi jadwal tersebut. Konsistensi akan membantu kamu membangun audiens yang loyal dan meningkatkan brand awareness.
"Keberhasilan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci keberhasilan. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, kamu akan berhasil." – Albert Schweitzer. Kalimat ini selalu kupegang teguh dalam perjalanan membangun UMKMku.
Nah, setelah baca artikel ini, kira-kira jenis konten apa yang akan kamu coba buat dulu? Share di kolom komentar, yuk! Jangan lupa juga share artikel ini ke sesama pejuang UMKM, biar mereka juga terbantu. Oh iya, kamu juga bisa baca artikel kami yang lain tentang [link ke artikel tentang strategi marketing digital] dan [link ke artikel tentang tips membangun brand UMKM]. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Meta Description: Bingung bikin konten UMKM? Pelajari 3 jenis konten wajib: hardsell, softsell, & edukatif! Dapatkan tips praktis & mulai bangun bisnis impianmu!